Sosialisasi HAM Pemkot Makassar, Kemenkumham Sulsel Dorong Makassar Peduli HAM 2021

Makassar, ham.go.id -Wujudkan Makassar sebagai Kota Dunia, Pemerintah Kota Makassar terus melakukan berbagai program mendukung cita-cita tersebut salah satunya melalui pembangunan Kota yang Peduli HAM. Hari ini (07/07) Pemerintah Kota Makassar gelar Sosialisasi Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia di Hotel Aston Makassar.

Kegiatan diikuti jajaran SKPD pemerintah Kota Makassar dan dihadiri oleh Kepala Bidang HAM, Utary Sukmawati yang mewakili Kepala Kantor Wilayah dan Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik, Andi Yudha Yunus.
Kegiatan dibuka Asisten II Kota Makassar, Sittiara Kinang yang dalam sambutannya berharap melalui kegiatan ini konsolidasi pembangunan Makassar sebagai Kota Peduli HAM kian kuat dan kompak.

“Situasi heterogen di tengah tengah masyarakat akan menimbulkan potensi konflik kepentingan, hal inilah yang perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan permasalahan HAM di tengah masyarakat” ungkap Sittiara.

Lebih lanjut ia berharap Aparat pemerintah Kota Makassar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan menghindari pelanggaran HAM.

Sementara Kepala Bidang HAM Kemenkumham Sulsel, Utary dalam paparannya menyampaikan sejumlah program strategis terkait Hak Asasi Manusia. “Jadi kami, di Kementerian Hukum dan HAM ada sejumlah program HAM di wilayah diantaranya Aksi HAM, KKP HAM, Yankomas, Diseminasi HAM, Pelayanan Publik Berbasis HAM dan Telaahan Ranperda dari Perspektif HAM. Aksi HAM dan KKP HAM ini diikuti Pemerintah Daerah termasuk Kota Makassar, dan sebuah kebanggaan Kota Makassar dalam 2 tahun berturut turut meraih Predikat Kota Peduli HAM, semoga capaian itu bisa dipertahankan” Harap Utary.

Tim Yankomas Kemenkumham Sul-Sel Dampingi Masyarakat Konsultasi di BNNP

Makassar, ham.go.id Tim Yankomas Sulsel yang terdiri atas Wawan Darmawan, Achyar Arafat M, dan Raniansyah laksanakan koordinasi sekaligus mendampingi masyarakat untuk konsultasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, Kamis (25/3)

Sebelumnya, Masyarakat atas nama, HH (Laki laki, 43 Th) menghadap kepada Tim Yankomas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan mengadukan permasalahannya.

Ia mengaku selama 10 tahun terakhir diikuti orang tidak dikenal. Ia merasa peristiwa itu ada kaitannya dengan kejadian masa lalunya yang pernah mengonsumsi narkoba, padahal menurutnya ia terakhir kali mengonsumsi narkoba pada tahun 2010.

Merespon pengaduan masyarakat tersebut, Tim Yankomas segera melakukan analisis dan gelar rapat telaahan untuk mencari solusi bagi masalah yang dihadapi Hamrianto.

Tim Kanwil Sulsel diterima oleh Kepala Seksi Pasca Rehabilitasi BNN Sulsel, Rudiastono. Ia mengatakan bahwa BNN memang memiliki program assesment dan rehabilitasi dalam rangka pemulihan kesehatan sekaligus kondisi psikologis pemakai narkoba.

“Saran saya, bapak diassesment dulu nanti hasilnya kalau perlu direhab itu kita kembalikan ke bapak apa bersedia atau tidak. rehabilitasi ini untuk orang yang mau sembuh jadi tidak ada paksaan,” ungkapnya.

Sementara itu, HH merespon baik usulan tersebut sehingga dalam waktu dekat dapat menjalani Assesment atas usulan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulsel  sebagai penerima pengaduan/komunikasi.

Ia selaku penyampai komunikasi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Tim Yankomas Sul-Sel karena telah difasilitasi bertemu pihak BNN.

“Saya tidak menyangka pelayanan yang diberikan sampai seperti ini, saya merasa sangat terbantu,” Ungkapnya. (Humas Kemenkumham Sul-Sel)

Skip to content