Seminar Hukum “Analisis Variasi dan Kompleksitas Kasus Kekerasan Anak: Tantangan dan Peluang Regulasi Nasional”

Bagikan

Jakarta, portal.ham.go.id – Pembentukan regulasi terkait dengan pengelolaan konten di media sosial dipandang semakin penting. Demikian diwacanakan Sekretaris Direktorat Jenderal HAM, Aman Riyadi, dalam agenda Seminar Hukum dengan Tema Analisis Variasi dan Kompleksitas Kasus Kekerasan Anak: Tantangan dan Peluang Regulasi Nasional yang digelar di Royal Kuningan Jakarta Selatan, Senin (18/12/2023).

‘’Penting juga selepas acara ini tampaknya untuk mendorong wacana regulasi mengenai pengaturan konten di media sosial. Dan saya pikir ini sangat mungkin dibuat regulasinya,” ujar Aman.

Pasalnya, kondisi hilir mudik informasi di media utamanya di media sosial memiliki dampak serius terhadap perkembangan anak di Indonesia. Terlebih, sambung Aman, belum ada regulasi khusus terkait ini, “Hingga kini, masih terpisah antara aturan UU ITE dan aturan perlindungan anak secara umum,” jelasnya.

Di samping itu, Aman juga menyinggung mengenai pendidikan budi pekerti yang perlu untuk digencarkan di dunia pendidikan. Menurutnya, hal ini dipandang akan berdampak pada bagaimana anak-anak berselancar di media sosial. “Karena bagaimana pun, Anak sebagai pengguna media juga memiliki tanggung jawab atas dirinya sendiri dalam menggunakan media,” terang Aman

Tidak hanya Sekretaris Direktorat Jenderal HAM, panitia juga menghadirkan Ketua Komisi Pengaduan & Penegakan Etika Pers, Yadi Hendriyana, selaku narasumber.

Sejatinya, kata Yadi, Dewan Pers telah membuat Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA). Sejumlah hal yang dibunyikan dalam PPRA misalnya jurnalis dihimbau untuk tidak mencari atau menggali informasi diuar kapasitas anak untuk menjawabnya, seperti: peristiwa kematian, perceraian/perselingkuhan orang tuanya atau kekerasan.

“Jadi jika ada media mainstream dilaporkan mengenai pemberitaan yang vulgar terlebih terkait anak, pasti ditake down,” terang Yadi.

Kendati demikian, memang persoalan sebaran informasi di media sosial dipandang menjadi tantangan tersendiri di era digital. Apalagi sejak era digital berkembang jurnalisme warga (citizen journalism). Pada titik ini, Yadi menilai penting sekali pengawasan yang dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak di media sosial.

Perlu diketahui acara yang digelar oleh Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama ini didukung oleh Raoul Wallenberg Institute (RWI). Tidak hanya dihadiri oleh para pejabat internal di KemenkumHAM, sejumlah tamu undangan juga berasal dari beberapa K/L dan pegiat media lainnya. (Humas DJHAM)

Skip to content