Direktorat Jenderal HAM Menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Laporan Pelaksanaan Pelanggaran HAM Berat secara Non-Yudisial

Bagikan

Bogor, ham.go.id – Direktorat Jenderal HAM menggelar rapat koordinasi penyusunan laporan pelaksanaan pelanggaran HAM berat secara non-yudisial. Pertemuan tesebut digelar di Hotel Novotel Golf Resort, Bogor 24 – 27 Oktober 2023.

Direktur Jenderal HAM, Dhahana Putra, hadir secara daring membuka berlangsungnya kegiatan. Dalam sambutannya, Dhahana menyatakan Direktorat Jenderal HAM sangat mendukung proses penanganan pelanggaran HAM berat.

Pasalnya, sambung Dhahana, upaya tersebut merupakan bentuk penghormatan, pelindungan, pemenuhan HAM bagi setiap orang.

“Sebagai bentuk akuntabilitas dalam pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2023 dan Keppres Nomor 4 Tahun 2024, kami memandang perlu menyiapkan laporan MenkumHAM yang nantinya menjadi bahan pengambilan kebijakan penanganan pelanggaran HAM berat tahun 2024,” kata Dhahana.

Lebih lanjut, Dhahana mengungkapkan pihaknya telah melakukan diskusi publik dalam rangka evaluasi terhadap penanganan dugaan pelanggaran HAM berat secara non yudisial. Tidak hanya unsur pemerintah, akademisi dan pegiat HAM juga turut serta dalam pembahasan evaluasi yang dihelat di sejumlah daerah tersebut.

“Dalam sejumlah pertemuan diskusi publil yang kami gelar, ada dorongan agar pemerintah melanjutkan kembali proses verifikasi data korban maupun ahli waris yang belum terdaftar dan belum menerima pemulihan,” ungkap Dhahana.

Pada agenda rapat koordinasi kali ini, sejumlah narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga diundang di antaranya Asisten Deputi Bidang Pelindungan dan Pemajuan HAM Kemenkopolhukam, Asisten Deputi Hukum, HAM, dan Aparatur Negara Setkab, Direktur Eropa I Kemenlu, dan anggota Tim. Direktur Yankomas HAM, Pagar Butar Butar memoderatori menjadi moderator dalam pembahasan bersama para narasumber.

Dua anggota Tim PKP HAM yaitu Suparman Marzuki dan Beka Ulung Hapasara juga turut menjadi narasumber dalam kegiatan kali ini. (Humas DJHAM)

Skip to content