Ditjen HAM Turut Terlibat Tangani Permasalahan HAM yang dihadapi Anak-Anak Indonesia di Australia

Bagikan

Jakarta – Tidak hanya berjibaku dalam dugaan pelanggaran HAM di dalam negeri, Direktorat Jenderal HAM juga turut serta terlibat menangani permasalahan HAM yang dihadapi WNI di luar negeri.

Kali ini, Direktorat Jenderal HAM menerima laporan terkait permasalahan HAM yang sempat dihadapi ratusan anak Indonesia di Australia. Untuk mengkaji informasi awal terkait perkembangan permasalahan HAM yang menimpa anak-anak di negeri tetangga tersebut, Direktorat Jenderal HAM mengundang penyampai komunikasi ke dalam rapat, Selasa (7/6).

Dadi Mulyadi, yang menjabat Plh. Direktur Yankomas HAM memimpin agenda yang digelar di ruang rapatnya didampingi oleh Koordinator Yankomas Wilayah IV, Ian Zuliansyah. Menurut Dadi, permasalahan HAM yang dihadapi anak-anak Indonesia di Australia menuntut perhatian bersama dari K/L terkait.

“Memang kami tidak memiliki kewenangan dalam melakukan penyelesaian, namun di sini kami berupaya agar dapat mendorong penanganan terkait permasalahan HAM yang dihadapi anak-anak kita dapat dilakukan dengan lebih cepat,” kata Dadi.

Untuk itu, Ia berharap penyampai komunikasi dapat menceritakan secara gamblang terkait persoalan yang menimpa anak-anak Indonesia di negeri kanguru.

Berdasar laporan yang disampaikan Lisa Hiariej selaku penyampai komunikasi sepanjang 2008 – 2012, ada 115 anak di bawah umur berkewarganegaraan Indonesia yang diproses hukum pemerintah Australia tanpa mendapat pengadilan yang adil.

Lebih buruknya, anak-anak ini ditempatkan di penjara bersama orang-orang dewasa. Lisa yang juga merupakan tim kuasa hukum mengungkapkan kliennya mengalami trauma yang sulit dilupakan hingga kini. “Kami berharap kita dapat mendorong agar anak-anak yang menjadi korban pelanggaran HAM ini mendapatkan keadilan hukum dan hak restitusinya,” kata Lisa.

Selepas rapat, Zuliansyah menyatakan persoalan yang dihadapi anak-anak di bawah umur ini merupakan persoalan HAM yang perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan segera menggelar Forum Group Discussion untuk membahas secara mendalam berkenaan dengan kasus yang menimpa ratusan anak Indonesia tersebut. Rencananya FGD ini akan menghadirkan K/L terkait. (Humas DJHAM)

Skip to content