Jajaki Kerja Sama di Bidang Bisnis dan HAM, Ditjen HAM Dialog Secara Daring dengan Duta Besar RI di Jerman

Bagikan

Jakarta, ham.go.id – Direktur Jenderal HAM, Mualimin Abdi melakukan dialog secara daring dengan duta besar RI di Jerman, Arif Havas Oegroseno terkait kerjasama di bidang bisnis dan HAM, Selasa (5/5).

Kedua belah pihak membahas mengenai agenda penjajakan kerja sama di bidang bisnis dan HAM dengan NGO asal Jerman, Max Planck.

Mualimin yang didampingi Direktur Kerja Sama HAM, Hajerati, menyambut baik rencana penjajakan kerja sama yang tengah digagas ini.

“Kemungkinan besar diperlukan MoU terlebih dahulu antara Max Planck Foundation dan KemenkumHAM untuk kemudian Perjanjian Kerja Sama antara Max Planck dan Ditjen HAM,” ujar Mualimin yang hadir dari ruang rapatnya.

Direktur Jenderal HAM menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal HAM selaku memang tengah mengarusutamakan bisnis dan HAM ke daerah-daerah melalui pembentukan gugus tugas nasional bisnis dan HAM. “Gugus Tugas ini bertugas untuk mengkoordinasi, mengawasi, dan mengevaluasi implementasi strategi nasional bisnis dan HAM,” kata Mualimin.

Dalam mengarusutamakan bisnis dan HAM, Mualimin menyatakan pihaknya juga telah melakukan kerja sama dengan banyak pihak baik dengan negara-negara sahabat maupun NGO asal luar negeri. Salah satunya, sebut Mualimin, Naumann Foundation for Freedom (FNF) yang berasal dari Jerman.

Sejalan dengan Mualimin, Dubes RI Jerman juga memandang penting pengarusutamaan bisnis dan HAM di Indonesia. Terlebih, kata Arif, jika pengarusutamaan bisnis dan HAM ini dapat menggandeng kerja sama dengan lembaga asing.

“Saya cukup kenal baik dengan Max Planck Foundation, hopefully kita bisa membuat acara-acara bersama dengan Max Planck terkait bisnis dan HAM yang hasilnya menjadi narasi yang dapat kita bawa ke Jenewa,” terang Arif Havas. (Humas DJHAM)

Skip to content