Rapat Yankomas Terkait Relokasi Pasar Subuh Bauntung Kembali Digelar

Bagikan

Banjarmasin, ham.go.id – Senin (12/11) Sore, bertempat di ruang rapat pimpinan, dilaksanakan Rapat Dalam Kantor (RDK) terkait hasil Rapat Yankomas yang digelar beberapa waktu lalu pada Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.
“Kita tidak boleh berpihak pada salah satu pihak, bersifat netral karena Yankomas bertujuan untuk problem solving atau memecahkan masalah agar tujuan akhir memberikan jalan keluar dengan kesepakatan damai win-win solutions. Yankomas hanya memberikan rekomendasi tidak untuk men-justifikasi ataupun membuat keputusan yang memaksa.Selain itu perlu saya tekankan ketika melakukan checking on the spot untuk memperhatikan data-data fakta berupa foto-foto dan rekaman yang otentik sehingga itu akan menjadikan bahan dalam mengambil data dukung.”Kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kalsel, Ferdinand Siagian

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Subianta Mandala menyampaikan,”Proses relokasi pasar subuh bauntung Banjarbaru mulai Tahun 2012 yang juga sudah dibahas oleh Ombudsmand dan pada Tahun 2014 ada kesepakatan antara Pihak Pedagang dengan Pemerintah Kota Banjarbaru terkait jam berdagang dilingkungan Pasar tersebut. Untuk diketahui sampai saat ini tempat relokasi yang direncanakan belum ada kepastian atau kesepakatan sedangkan kondisi saat ini para pedagang makin bertambah sehingga apabila makin berlarut-larutnya kepastian tempat relokasi tersebut maka tidak akan ada penyelesaian dalam kasus ini.” ungkapnya.

Sementara itu, dalam RDK yang di ikuti Kepala Bidang HAM, Rosita Amperawati, Kepala Sub Bidang Informasi HAM, Lusia Lali Wunga dan Kepala Sub Bidang Diseminasi HAM, Sri Yunita dan beberapa JFU/JFT dilingkungan Kemenkumham Kalsel dibahas berbagai masukan-masukan dari anggota rapat dan dalam memandang permasalahan dari segi Hak Asasi Manusia dan aspek Legalitas untuk membuat rekomendasi yang memperhatikan sisi kemanusiaan untuk mendapatkan titik temunya.(humas kanwil)

Skip to content