AICHR Training on the Rights of Persons with Disabilities 2016, Bangkok

Bagikan

Bangkok, ham.go.id – Direktorat Jenderal HAM mengirim dua perwakilanya untuk mengikuti ASEAN Intergovernmental Commision on Human Rights (AICHR) Training on the Rights of Persons with Disabilities, di Bangkok, Thailand (11-14/10/16).

Wakil Thailand untuk ASEAN Intergovernmental Commision on Human Rights (AICHR) menyelenggarakan AICHR Training on the Rights of Persons with Disabilities yang diikuti oleh negara-negara ASEAN. Perwakilan Indonesia dari Ditjen HAM diwakili oleh Kasi Analisis Instrumen Hak Kelompok Rentan, Abu Bakar, dan Pengolah Data Kerja Sama HAM, Ibrahim Reza.

Pelatihan ini di buka oleh Mr. Phoukhong Sisoulath dan menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan penting bagi AICHR, ditambah lagi pelatihan mengenai hak penyandang disabilitas seperti ini merupakan pelatihan yang pertama di ASEAN;

Pelatihan ini bertujuan untuk Membekali peserta dengan pengetahuan dan pemahaman tentang hak-hak penyandang disabilitas di negara-negara anggota ASEAN serta standar dan instrumen yang relevan; Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak penyandang disabilitas di masyarakat ASEAN dalam berbagai aspek; dan Membuat jaringan dan kerja sama di antara para pemangku kepentingan dari latar belakang yang beragam di negara anggota ASEAN dan platform regional untuk berbagi pengalaman dan praktek pada promosi dan perlindungan hakhak penyandang disabilitas

Pada kesempatan ini, wakil dari Ditjen HAM juga menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Pelatihan seperti ini sangat penting dan bermanfaat, oleh karena itu diharapkan agar pelatihan ini dapat ditingkatkan menjadi sebuah Training of Trainers di masa yang akan datang;
  • Mendorong kerja sama regional untuk meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak disabilitas melalui diseminasi; dan
  • Mendorong terwujudnya akses informasi, pendidikan, dan infrastruktur yang inklusif di kawasan ASEAN dengan meningkatkan kerja sama antar lembaga, baik itu publik maupun swasta.

Pelatihan ini ditutup oleh Dr. Seree Nonthasoot. Beliau menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh peserta yang sudah berpartisipasi aktif pada pelatihan kali ini. Beliau berharap setelah pelatihan ini, para peserta baik itu aparatur negara, akademisi, praktisi, jurnalis, dan pemangku kepentingan terkait lainnya sudah memiliki pemahaman mengenai disabilitas dan penyandang disabilitas. Diharapkan pemahaman tersebut dapat disebarluaskan kepada para pengambil keputusan di tanah airnya masing-masing guna menjadi bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan yang lebih inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas. (sa)

Skip to content