Upaya Perlindungan Anak Harus Dioptimalkan

Bagikan

JAKARTA – Upaya untuk memberikan perlindungan terhadap anak harus terus dioptimalkan. Peringatan Tahun Baru Islam 1436 H yang jatuh hari ini, harus menjadi momentum untuk terus melakukan perlindungan anak.

Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, banyaknya kejahatan seksual terhadap anak, kekejaman terhadap anak, juga masifnya kasus bullying di sekolah meneguhkan betapa hadirnya tahun baru Islam harus menjadi spirit pemajuan penyelenggaraan perlindungan anak.

“KPAI mengharapkan, kepemimpinan baru ke depan dapat memastikan sistem perlindungan terbangun dengan baik, tidak hanya concern dalam penanganan kasus tetapi memastikan pencegahan, melalui promotif, edukasi, advokasi, dan pembangunan komitmen semua elemen bangsa terkait perlindungan anak terus dioptimalkan,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/10/2014).

Menurutnya, agar capaian pendidikan karakter bagi anak menjadi optimal, ada beragam langkah yang perlu dilakukan, di antaranya tenaga pendidik harus skillfull, tidak hanya tahu tentang pendidikan karakter, tetapi kompeten dalam metode pembelajaran yang berwawasan karakter.

“Kedua, komunikasi pembelajaran juga berwawasan karakter, lalu sekolah juga mesti memiliki manajemen kepemimpinan yang berwawasan karakter. Karena, jika manajemen kelembagaan masih pola tradisional (kepseknya kurang open mind, kepemimpinannya otoriter, dan tidak visioner) tentu akan menghambat,” jelasnya.

Susanto menambahkan, guru seyogianya tidak berposisi transfer of knowledge and transfer of value, tetapi harus menjadi fasilitator dan katalisator siswa mengenal nilai serta mengembangkan potensi yang majemuk. Selanjutnya, kata dia, tidak boleh ada buku ajar siswa yang bermuatan kekerasan, diskriminatif, pornografi, dan mistisisme.

“Sekolah harus menjadi model “karakter” bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Perlu ada evaluasi berkala terkait capaian pendidikan karakter di sekolah sebagai upaya untuk perbaikan layanan pembelajaran dan membangun kultur yang berkarakter.” (Marieska Harya Virdhani)

http://metro.sindonews.com/read/915302/31/kpai-upaya-perlindungan-anak-harus-dioptimalkan

Skip to content