Jurnalis Bandung Peringati Hari Kebebasan Pers International

Bagikan

BANGKAPOS.COM, BANDUNG – Puluhan jurnalis di Bandung melakukan aksi didepan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, (3/5/2014). Aksi ini untuk memperingati Hari Kebebasan Pers International yang diperingati tiap tanggal 3 Mei.

Dari pantauan Kompas.com, para wartawan memasang sejumlah spanduk, yang salah satunya adalah tentang almarhum wartawan Fuad Muhammad Syarifudin alias Udin yang dibunuh pada 16 Agustus 1996.
Selain Udin, ada tujuh wartawan lainnya yang juga dibunuh karena pemberitaan. Sampai sekarang para pembunuhnya belum terungkap. Adapun tujuh wartawan itu di antaranya Naimullah (wartawan Sinar Pagi, dibunuh pada 25 Juli 1997), Agus Mulyawan (wartawan Asia Press, dibunuh pada 25 September 1999), Muhammad Jamaludin (wartawan TVRI Aceh, dibunuh 13 Juni 2003).

Selanjutnya adalah Ersa Siregar (wartawan RCTI, dibunuh 29 Desember 2003), Herlianto (wartawan Delta Pos, dibunuh 29 April 2006), Adriansyah Matra’s Wibisono (wartawan TV lokal Merauke, dibunuh 29 Juli 2010) dan Alfred Milurewan (wartawan Pelangi Maluku, dibunuh pada 18 Desember 2010).

Ketua Aliansi Jurnalis Indpenden (AJI) Bandung, Adi Marseila menegaskan, hal ini menunjukkan bahwa kebebasan pers di Indonesia masih terbilang gagal dan amat teramat parah.
“Ini (kekerasan dan pembunuhan terhadap wartawan) membuktikan bahwa kebebasan pers di Indonesia masih banyak kendala?. Masih banyak intimidasi kepada jurnalis, masih banyak penganiayaan kepada jurnalis, masih banyak jurnalis yang dibunuh, masih banyak jurnalis yang dikeroyok masyarakat,” sesal Adi kepada wartawan di depan Gedung Sate Bandung, Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, (3/5/2014).

http://bangka.tribunnews.com/2014/05/03/jurnalis-bandung-peringati-hari-kebebasan-pers-international

Skip to content