Manajemen Bencana Pada Negara Indonesia

Bagikan

Oleh : Olivia Dwi Ayu Q *

Indonesia sebagai negara kepulauan rentan sekali dengan adanya bencana alam. Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia sejak akhir 2013 sampai dengan awal tahun ini mulai dari banjir, longsor,angin puting beliung, gelombang laut yang tinggi, hingga gunung meletus yang disertai awan panas. Bencana tersebut tak kunjung berhenti hingga mencapai banyak korban jiwa. Untuk itu diperlukan manajemen untuk menanggulangi bencana (Disasater Management System) yang sering menimpa Indonesia Bencana.

Indonesia termasuk salah satu negara yang sering sekali mendapatkan bencana, pada tahun 2005 Tsunami menghantam beberapa wilayah di Indonesia. Tsunami merupakan bencana global yang bukan hanya Indonesia tapi juga beberapa negara lain di daerah lautan pacific ikut terkena bencana tsunami. Banyaknya korban jiwa dan kerugian materi dan inmateri membuat bantuan datang dari berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri. Institusi atau Badan Organisasi Internasional dan nasional, negara-negara yang tidak terkena tsunami, pribadi ataupun individu bersukarela menggalang dana kemanusiaan untuk membantu korban tsunami. Jika tidak dikelola dengan baik, dengan suatu sistem manajemen bencana bantuan yang jumlahnya banyak tersebut tidak akan sampai dengan merata kepada seluruh korban bencana.

Kondisi seperti inilah yang membuat Direktorat Jenderal HAM pada saat banjir melanda kawasan Jakarta ikut menggalang dana kemanusiaan. Para pegawai Direktorat Jenderal HAM menyumbangkan pakaian bekas layak pakai, makanan siap saji, sembako, uang dan lain-lainnya. Bantuan tersebut dikumpulkan lalu diserahkan ke beberapa titik wilayah banjir di sekitar Kuningan Jakarta Selatan atau kepada wilayah dimana ada beberapa pegawai Direktorat Jenderal HAM yang mengalami kebanjiran.

Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Jakarta , Bekasi, Tangerang dan Pantai Utara Jawa telah membuat sebagian aktivitas lumpuh. Manado porak poranda akibat banjir bandang dan longsor. Erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara juga meningkat dan tidak menentu kapan berhenti. Tidak terhitung lagi harta benda yang musnah akibat bencana alam.
Kondisi banjir di Jakarta juga semakin parah. Hujan deras yang mengguyur hulu sungai dan wilayah Jabodetabek membuat saluran air dan 13 sungai di Jakarta meluap dan menggenangni 564 rukun tetangga di 30 Kecamatan di DKI Jakarta (Kompas, Senin 20 Januari 2014). Ketinggian air sekitar 5 sentimeter hingga 3 meter membuatr 30.74 warga harus mengungsi.

Di Pulau Jawa, Banjir hampir merata di seluruh wilayah, dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Banjir di Kabupaten Subang Jawa Barat menyebabkan jalur pantura putus. Hal ini menghambat transportasi dari dan keluar pulau Jawa, termasuk bus-bus logistik pengangkut makanan. Walaupun sudah ada pengalihan jalan yakni melalui Sadang, Kalijati, Subang, Cikamurang namun jalur alternatif pun mengalami kemacetan.

bersambung ke hal.2

Skip to content