184 Ibu Hamil Masih Tinggal di Pengungsian Sinabung

Bagikan

MEDAN, KOMPAS.com – Sebanyak 184 ibu hamil masih tinggal di Kabanjahe dengan menempati posko penampungan pengungsi erupsi Gunung  Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

Koordinator Media Center Penanggulangan Bencana Sinabung di  Kabanjahe, Jhonson Tarigan ketika dihubungi dari Medan, Jumat (21/2/2014),  mengatakan pengungsi tersebut dalam keadaan sehat dan tetap diawasi Dinas Kesehatan setempat.

Para pengungsi yang hamil itu, menurut dia, tetap diberi makanan bergizi tinggi sehingga diharapkan anak yang mereka lahirkan dalam keadaan sehat.

“Kita menginginkan pengungsi yang hamil tersebut dapat melahirkan dengan selamat dan tidak ada masalah,” ucap Jhonson.

Dia menyebutkan, pengungsi hamil itu, kalau nantinya akan  melahirkan diberikan tempat di RSUD Kabanjahe.

Tidak mungkin pengungsi tersebut melahirkan di Posko Penampungan, dan tempatnya juga sangat kecil, serta banyaknya warga yang tinggal di lokasi itu.

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo tetap memperhatikan warganya yang hamil dan khususnya penduduk ditimpa bencana alam erupsi gunung Sinabung,” kata dia.

Jhonson menambahkan, semakin berkurangnya pengungsi hamil di Posko Penampungan, karena sebagian dari mereka sudah pulang ke rumah masing-masing.

“Pengungsi yang kembali ke desa mereka, karena berada di luar radius 5 kilometer dari kawah kaki gunung Sinabung, dan tempat mereka zona aman,”  ucap juru bicara Pemkab Karo.

Data yang diperoleh di Posko Penanggulangan Bencana Sinabung di Kabanjahe, jumlah pengungsi erupsi Sinabung, Kamis (20/2/2014) tercatat sebanyak 20.489 orang atau 6.556 kepala keluarga (KK).

Mereka terdiri dari 8.071 orang laki-laki, dan 8.213 perempuan, 1.808 lanjut usia (lansia), ibu hamil 184 orang dan 1.045 bayi

Jumlah pengungsi Sinabung, Selasa (18/2/2014) tercatat sebanyak 24.299 orang atau 7.770 KK, 11.491 laki-laki, dan 11.561 perempuan. Pengungsi lanjut usia 1.905 orang, Ibu hamil  201 orang dan bayi 1.163 orang.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung dari level “Siaga” menjadi “Awas” terhitung mulai Minggu, (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

Status Awas tersebut berpotensi menyebabkan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 cm yang jaraknya diperkirakan mampu mencapai 4 kilometer sehingga masyarakat yang bermukim dalam radius 5 kilometer dari kawah Gunung Sinabung direkomendasikan untuk diungsikan.

Skip to content