Presiden SBY Kunjungi Korban Erupsi Gunung Kelud

Bagikan

JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, hari ini, pada pukul 07.00 WIb bertolak dari Stasiun Kereta Api Gambir, menuju Madiun, Jawa Timur. Ia melakukan kunjungan kerja selama tiga hari, 16-18 Februari 2014.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, selama berada di Jawa Timur, Presiden akan mengunjungi para pengungsi erupsi Gunung Kelud yang tersebar di berbagai pos pengungsian di Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang.

“Bapak Presiden rencananya akan tiba di Madiun pada pukul 19.00 WIB dan menginap di Madiun. Dari Madiun, Bapak Presiden akan berangkat ke pos-pos pengungsian untuk menyaksikan dari dekat kondisi para pengungsi dan mengambil langkah-langkah konkret untuk meringankan beban mereka,” ujar Julian saat dihubungi di Jakarta, Minggu (16/2).

Turut dalam rombongan Presiden sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, dan Menteri Lingkungan Hidup Bert Kambuaya.

Julian mengatakan, rencananya Presiden akan kembali ke Jakarta, pada Selasa (18/2) dengan menggunakan moda transportasi yang sama.

Empat Tewas
Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hingga saat ini jumlah korban tewas erupsi Gunung Kelud sebanyak empat orang, 56.089 jiwa mengungsi, dan tidak ada yang hilang.

Korban tewas bernama Pontini atau dipanggil Mbok Nya (60 tahun) warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kabupaten Malang karena sesak nafas akibat abu vulkanik, Sahiri atau dipanggil Sair (70) warga Dusun Ngutut, Kabupaten Malang karena tertimpa tembok saat menunggu kendaraan evakuasi, Sanusi (80) warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kabupaten Malang karena sesak nafas saat berlindung di bawah meja, dan Sutinah (97) Dusun Ngadirejo, Desa Sumberagung, Kabupaten Malang , meninggal karena sesak nafas

“Keempat korban tinggal di desa yang berada di radius 7 km dari puncak kawah Gunung Kelud. Tebal abu di lokasi korban 20 cm. Daerah Kec amatan Ngantang, Kabupaten Malang adalah salah satu daerah yang parah terkena dampak erupsi. Selain abu tebal juga terkena lontaran batu diameter 5-8 cm. Atap-atap rumah tertimpa pasir sehingga beberapa rumah, sekolah, toko dan lainnya roboh,” kata Sutopo.

Sementara itu, sejumlah 56.089 jiwa pengunsi tersebar di 89 titik, yang terdiri atas Kabupaten Kediri 10.895 jiwa di 38 titik, Kota Batu 11.084 jiwa di 26 titik, Kabupaten Blitar 8.193 jiwa di 3 titik, Kabupaten Malang 25.150 jiwa di 17 titik, dan Kabupaten Jombang 767 jiwa di 5 titik.

“Aktivitas Gunung Kelud menunjukkan penurunan. Hanya tremor menerus dengan intensitas sedang. Status Awas, dan radius 10 km harus dikosongkan. Saat ini masih ada warga yang belum mengungsi sehingga aparat dan relawan masih banyak melakukan evakuasi,” jelas Sutopo.[ID/L-9]

Skip to content