Perdagangan Manusia: KJRI New York Klaim Bantu Shandra Woworuntu

Bagikan

NEW YORK – Kabar mengenai tidak ada bantuan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York, kepada korban perdagangan manusia Shandra Woworuntu, dibantah oleh pihak KJRI.

Bantahan itu dilontarkan oleh Koordinator Fungsi Konsuler Sosial Budaya dan Protokol, KJRI New York Benny YP Siahaan. Menurutnya, Shandra berhasil melarikan diri dari sindikat perdagangan manusia kala itu dan melaporkan kasusnya ke KJRI pada 2001.

“Justru staf konsulat yang membantu Shandra memperoleh dokumen perjalanan baru setelah yang lama dirampas oleh sindikat tersebut,” ujar Benny ketika diwawancara VOA siaran Indonesia, Senin (3/2/2014), malam waktu New York atau Selasa pagi waktu Indonesia.

“Kadang-kadang kita menghadapi kasus WNI yang minta paspor lagi dan kita harus menelitinya terlebih dahulu. Mungkin staf yang ditemui Ibu Shandra ketika tahun 2001 itu agak kaku, tetapi dia tidak menyebut bahwa kemudian justru dia ditolong oleh staf KJRI lainnya yang bernama Ferry Kurniadi,” imbuh Benny.

Menurut Benny, Ferry inilah yang kemudian membantu Shandra dan bahkan ikut mengunjungi Shandra di Brooklyn. Diketahui, Ferry Kurniadi kini sudah tidak bekerja lagi di KJRI New York sejak 2012.

Benny menambahkan bahwa jika paspor hilang dan ada keterangan polisi yang menyertainya, pengurusan paspor baru lebih mudah. KJRI bisa mengeluarkan SPLP atau Surat Perjalanan Laksanan Paspor.

Benny -yang baru bertugas sebagai Koordinator Fungsi Konsuler Sosial Budaya dan Protokol KJRI New York sejak bulan Mei 2013 lalu-, kini siap memberi bantuan kepada WNI yang memerlukan layanan. Dia mendukung upaya reformasi UU Imigrasi secara menyeluruh yang di dalamnya mencakup perlindungan bagi tenaga kerja asing di Amerika.

“Kami mendukung sekali reformasi itu karena berarti melindungi WNI kita di luar negeri. Upaya mengatasi perdagangan manusia tidak bisa dilakukan oleh hanya satu pihak saja, negara sumber pemasok tenaga kerja dan negara penerima. Jika sistem di negara penerima ini tidak kuat, kita juga susah,” ujar Benny.

Shandra Woworuntu, mantan analis keuangan warga negara Indonesia yang semula hendak mengadu nasib ke Amerika, malah terjebak menjadi korban perdagangan manusia.

Niatnya mencari pekerjaan yang lebih baik di Chicago musnah setibanya di bandara John F. Kennedy, New York Juni 2001. Dirinya kemudian dibawa, disekap dan diperjualbelikan dari sindikat ke sindikat lainnya.

Shandra akhirnya berhasil melarikan diri dan membantu aparat keamanan setempat menggulung sindikat yang menjerumuskannya. Tiga dari lima kepala sindikat itu ditangkap FBI dan puluhan perempuan korban perdagangan manusia, termasuk dua warga negara Indonesia lainnya berhasil dibebaskan. (faj)

Sumber: berita/internasional/okezone.com

Skip to content