Korban banjir yang mengungsi butuh konseling

Bagikan

Sindonews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta segera memecahkan masalah banjir yang terjadi di ibu kota. Alasannya, masalah banjir yang sebelumnya hanya tumbuh pada saat lima tahunan kini siklusnya berubah menjadi banjir tahunan.

Mantan rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Raphy Uli Tobing mengatakan, warga yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung akan selalu menghadapi resiko banjir. Namun mereka menolak dipindah dari lokasi tersebut dengan berbagai alasan.

“Saya pikir Pemprov DKI juga harus mampu memberikan argumentasi yang tepat dan solusi bagi warga agar mau dipindah,” kata Uli Tobing, Minggu 26 Januari 2014.

Akademisi yang juga sosiolog ini melanjutkan, bantuan yang diperlukan pengungsi bukan hanya sekesar makanan atau pakaian. Pengungsi juga memerlukan bantuan secara psikologis.

“Setelah saya lihat sendiri bagaimana keadaan di pengungsian, hal yang dibutuhkan oleh pengungsi bukan hanya bantuan fisik, melainkan juga bantuan dari sisi psikologis,” paparnya.

Segala bentuk keluhan pengungsi patut didengar. Karena mereka sudah menanggung beban akibat banjir. “Selain mereka butuh tenda, selimut, dan air bersih, mereka juga butuh didengar keluhan-keluhannya,” kata Uli.

Uli Tobing menambahkan, kepedulian sesama manusia sangat diperlukan saat situasi seperti ini. Sehingga penderitaan pengungsi dapat berkurang. “Menghadapi situasi seperti sekarang ini kepedulian terhadap sesama harus ditingkatkan,” tukasnya.
R Ratna Purnama
http://metro.sindonews.com/read/2014/01/27/31/830233/korban-banjir-yang-mengungsi-butuh-konseling

Skip to content